Saat masa pertumbuhan usia 0 sampai 5 tahun merupakan usia emas (golden age) bagi anak. Pada usia ini anak mengalami perkembangan yang maksimal untuk pertumbuhan organ tubuhnya, termasuk juga pada perkembangan otak anak, pada usia benar-benar harus diperhatikan bagaimana asupan nutrisinya. Asupan nutrisi yang tepat dan seimbang dapat memberikan dampak yang luar biasa untuk perkembangan otaknya sehingga bagi orang tua sangat penting mengetahui apa saja yang menjadi nutrisi otak anak.

Berbagai jenis asupan nutrisi yang bisa memberikan dampak baik untuk perkembangan otak anak salah satunya yaitu asupan zat besi. Kurangnya zat besi pada tubuh anak bisa berpengaruh besar akan perkembangan otaknya. Mereka yang kekurangan zat besi berpotensi mengalami penghambatan pada kemampuan kognitifnya serta turut juga berpengaruh pada mental anak. 

nutrisi otak anak
nutrisi otak anak

Guna menghindari kekurangan asupan zat besi sebagai nutrisi otak anak sebagai orang tua sebenarnya dapat memilih dengan mudah berbagai jenis makanan yang kaya akan kandungan zat besi. Yang terpenting anda mengetahui apa saja jenisnya serta bagaimana pula pengolahannya. Cara pengolahan makanan yang kurang tepat bisa menyebabkan nutrisi di dalamnya menjadi hilang sehingga diperlukan pengetahuan lebih untuk pengelolaan yang tepat. 

Apa itu zat besi?

Zat besi sendiri merupakan bagian penting dalam menerapkan pola makan yang sehat, terlebih untuk si kecil dalam masa pertumbuhan. Asupan makanan yang kaya akan zat besi bisa memberikan pengaruh baik terutama untuk perkembangan kognitif anak yang meliputi kemampuannya dalam belajar, berpikir, serta bagaimana ia bersosialisasi.

Konsumsi yang tepat sesuai dengan jumlah harian pada zat besi dipercaya juga dapat mendukung akan pertumbuhan fisik anak yang maksimal, sehingga anak menjadi lebih aktif. Yang tidak kalah penting kemampuan anak dalam berpikir dan mengingat menjadi lebih baik. Sedangkan untuk jumlah asupan zat besi yang harus dikonsumsi anak per harinya sendiri yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan untuk usia anak 1 – 3 tahun yaitu 7 mg per harinya.

Berbagai jenis makanan untuk memenuhi kebutuhan zat besi.

Menu makanan yang kaya akan nutrisi zat besi sebenarnya dapat dengan mudah didapatkan, bahkan di warung-warung dekat rumah pun biasanya tersedia dengan harga yang terjangkau. Secara rincinya jenis-jenis makanan yang kaya akan zat besi bisa dipisahkan dari dua sumber yaitu hewani dan nabati. Untuk hewani pilihan makanan berikut ini bisa menjadi pilihan.

  1.  Ikan
  2. Daging (sapi atau kambing)
  3. Hati ( ayam dan sapi)
  4. Telur 

Sedangkan untuk sumber makanan yang kaya akan zat besi berasal produk nabati diantaranya seperti berikut.

  1. Roti gandum utuh
  2. Sereal
  3. Kacang-kacangan
  4. Sayuran berdaun hijau seperti bayam dan brokoli
  5. Buah kering seperti kismis

Penting untuk diketahui oleh orang tua dalam pemilihan jenis makanan yang kaya akan zat besi, tidak semuanya mudah diserap oleh tubuh. Jenis-jenis makanan yang berasal dari hewani cenderung lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan dengan makanan yang berasal dari nabati. Bahkan menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) mengatakan bahwa penyerapan zat besi dari hewani bisa diserap sampai 23%, sementara itu yang berasal dari nabati atau sayuran yang dapat diserap sekitar 3-8%. Dari itu sebagai orang tua tentunya harus pintar-pintar dalam memilih menu makanan untuk anaknya.

Sebenarnya agar penyerapan zat besi bisa lebih optimal anda bisa memberikan dukungan dengan konsumsi vitamin C bagi anak. Untuk mendapatkannya bisa dengan memberikan buah-buahan seperti buah jeruk, lemon, kiwi, stroberi, pepaya, atau bisa mengolahnya terlebih dahulu dengan membuat jus.